ALBUM Bali Total Grunge: The Compilation Vol 1

Bali Total Grunge: The Compilation Vol 1

Bali Total Grunge: The Compilation Vol 1





Nah, ini dia, satu lagi rilisan lokal bermuatan grunge pekat! Sebuah kompilasi bertajuk "Bali Total Grunge: The Compilation Vol 1 (2011)" berisikan 15 lagu yang sangat menarik.

Rilisan ini, seperti juga "Berteriak Marah (2011)" dari komunitas grunge Jakarta dan "Interaksi Hati 2 (2011)" dari komunitas grunge Bandung, menjadi penyejuk di tengah panasnya tudingan bahwa grunge lokal melulu berisi drama, kasak-kusuk tak berguna, dan perseteruan tiada akhir. Setidaknya, rilisan-rilisan semacam ini, seperti yang dilantunkan Nymphea dalam "Peace", adalah pengejawantahan dari ungkapan "Aksi kecil lebih baik dari omongan besar yang tiada guna".

Tak beda dengan di Jakarta maupun di Bandung, grunge di Bali ternyata masih identik dengan Nirvana. Maka tak heran jika banyak sekali materi bernuansa Nirvana dalam kompilasi ini.

Navicula dengan "Metropolutan"-nya, tentu saja, adalah sesuatu yang berbeda. Begitu juga dengan Nymphea yang menyumbangkan "Peace".

Efekbatik, yang menjadi pembuka dengan "Hate The Doctor", benar-benar membuat saya terkejut! Musik rock asyik dengan tema lagu mengenai industri medis! Bagi yang profesinya dokter atau bekerja di bidang kesehatan, siap-siap tersedak dan panas kuping deh!

Dalam "Damai" milik Spankmonera kita bisa menikmati grunge bernuansa metal yang benar-benar enak untuk dipakai ber-headbang ria. Naughtoria, dengan rintihan perempuan yang tengah bersetubuh dalam lagunya "Nafsu Amoral" yang (saya duga) bercerita mengenai PSK pinggir jalan, membuat saya bergidik. Untuk sesaat, grunge jadi terdengar horor dan sangat intimidatif.

Ada sedikit The Doors dan The SIGIT dalam "Manusia Fermentasi" milik Otakering, selain, tentu saja, Nirvana.

Balian menghadirkan grunge yang lembut dan terdengar sangat cool dalam "Lost at Sea", sementara Valium berderap kencang, penuh semangat, dan elegan dengan "Sebut Dia". Valium, selain Navicula dan Nymphea, adalah favorit saya sejauh ini. Asyik berat!

Satu hal yang membedakan kompilasi milik anak-anak Bali dari kompilasi Jakarta dan Bandung adalah tema lagu. Dalam "Bali Total Grunge: The Compilation Vol 1 (2011)" cukup banyak termuat cerita mengenai perempuan malam. Ah, apakah ini karena kehidupan Bali yang belakangan ini sudah demikian tercampur dengan budaya internasional?

Tidak ada komentar: